Hiteen.id – Umat Islam diseluruh dunia memiliki kewajiban untuk menjalankan Ibadah Haji, sesuai rukun Islam ke-5, yakni berhaji bagi yang mampu. Saat melakukan ibadah haji, sesuai syarat sah Haji, jemaah wajib melakukan tawaf, yakni mengelilingi Baitullah (Ka’bah) sebanyak 7 putaran.
Karena itulah, keberadaan Ka’bah sebagai pusat kiblat umat Islam, menjadi sangat istimewa. Pemerintah Arab Saudi sendiri baru saja mengganti Kiswah Ka’bah dan memang rutin menggantinya setiap satu tahun sekali.
Apa itu Kiswah Ka’bah?
Kiswah adalah kain hitam yang menutupi Ka’bah di Mekkah, Arab Saudi. Kain ini memang khusus dibuat untuk menutupi Ka’bah, sebagai pusat kiblat sholat umat Islam. Meski selama ini kiswah selalu berwarna hitam dengan ornamen tulisan kaligrafi dari emas dan perak, nyatanya menurut sejarah, kiswah ka’bah pernah juga lho tak berwarna hitam, seperti merah atau hijau.
Menurut sejarah, pada zaman Rasullullah, ia pada awalnya memerintahkan pembuatan kiswah pertama dari kain yang berasal dari tenun Yaman berwarna merah. Namun, seiring waktu empat khalifah penerus Rasullullah yang merupakan Khulafa Ar Rasyidin, memerintahkan pembuatan kiswah dari kain benang kapas.
Pada kekhalifahan Abbasyiah, kiswah terbuat dari sutera Khuz, dan sempat berwarna hijau pada pemerintahan khalifah An Nasir, dan warna kuning pada masa khalifah Muhammad Ibnu Sabatakin.
Hingga kini, kiswah ka’bah berwarna hitam pekat dengan lapiran warna putih dibagian dalamnya. Meski tak wajib, namun pilihan hitamkini digunakan karena semakin banyaknya jemaah yang datang setiap waktu dan tahunnya. Kebanyakan dari mereka berusaha untuk berkesempatan menyentuh Ka’bah, hingga akhirnya warna hitam tetap dipertahankan hingga karena ini, karena tahan lama dan tidak mudah kotor saat disentuh oleh banyak jemaah dari berbagai negara.
Selain warnanya, yang juga menjadi perhatian adalah adanya tulisan-tulisan Al Quran pada kiswah tersebut. Salah satu kalimat yang tertulis pada kiswah adalah Allah Jalla Jalallah, La Ilaha Illallah, dan Muhammad Rasulullah.


