Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga fondasi yang membentuk jati diri masyarakat di masa kini dan masa depan. Semangat itulah yang terasa dalam pagelaran “Pujigaran Agung” yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Tatar Sunda. Kegiatan budaya tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, H. Muhamad Mahdi, S.Pd., bersama berbagai unsur masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Sunda.
Melalui pertunjukan drama musikal kolosal yang memadukan unsur sejarah, seni, dan nilai-nilai kearifan lokal, masyarakat diajak untuk kembali mengenal akar budaya yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Sunda selama berabad-abad. Tidak hanya menjadi hiburan, pagelaran ini juga menjadi sarana edukasi budaya yang dapat dinikmati oleh berbagai generasi, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus globalisasi, pelestarian budaya daerah menjadi tantangan yang semakin penting. Banyak nilai luhur yang terkandung dalam budaya Sunda, seperti gotong royong, penghormatan terhadap sesama, kebersamaan, serta kecintaan terhadap lingkungan, yang tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.
Bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat, kegiatan budaya seperti ini memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar pertunjukan seni. Pelestarian budaya dapat memperkuat identitas daerah, menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur, sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
Selain itu, penguatan sektor budaya juga memiliki potensi mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Ketika seni dan budaya terus hidup dan berkembang, maka peluang bagi pelaku seni, komunitas budaya, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata lokal juga akan semakin terbuka. Dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi pelestarian budaya, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari unsur penyelenggara pemerintahan daerah, DPRD Kabupaten Bandung Barat memandang pelestarian budaya sebagai salah satu aspek penting dalam pembangunan daerah. Tidak hanya pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga pembangunan karakter, identitas, dan nilai-nilai sosial yang menjadi kekuatan masyarakat.
Momentum Hari Jadi Tatar Sunda melalui pagelaran “Pujigaran Agung” menjadi pengingat bahwa budaya Sunda bukan sekadar peninggalan sejarah yang dikenang dari masa ke masa. Budaya adalah warisan hidup yang perlu dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya agar tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Dengan terus tumbuhnya kepedulian terhadap budaya daerah, diharapkan masyarakat semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya Sunda sebagai salah satu kekayaan yang menjadi kebanggaan bersama serta fondasi penting dalam membangun masa depan daerah yang berkarakter.




