Sebagian wilayah Kota Bandung diguyur hujan deras disertai angin kencang, Kamis, 2 April 2026, siang. Akibatnya, sejumlah ruas jalan dilanda banjir yang berdampak pada arus lalu lintas.
Hujan mulai terjadi sekira pukul 12.30 WIB. Angin berembus kencang, suara guntur sesekali terdengar. Tak sedikit pengendara yang memilih berteduh meski memakai jas hujan.
Setelah kurang lebih setengah jam berlalu, intensitas hujan mulai mengecil. Kendati begitu, banjir dilaporkan terjadi di sejumlah ruas jalan.
Di Jalan Pagarsih, misalnya, banjir setinggi sekitar 30 sentimeter menghambat arus lalu lintas. Banyak pengendara roda dua maupun roda empat berhenti sambil menunggu banjir surut.
“Ya di sini suka banjir kalau hujan deras, tapi ngga lama, paling setengah jam sampai satu jam surut,” kata Asep, warga sekitar saat ditemui di lokasi.
Pukul 13.40 WIB, sekitar 50 meter di Jalan Pagarsih masih tergenang oleh air meski hujan mulai mereda. Beberapa pemotor nekat menerobos banjir. Namun tak semuanya berhasil.
Beberapa dari mereka mengalami mati mesin hingga terpaksa harus didorong. Sementara sejumlah warga tengah membersihkan sisa material banjir yang masuk ke rumah atau tempat kerjanya.
Selain itu, banjir dilaporkan terjadi di Jalan Terusan Pasirkoja yang mengarah ke alun-alun Kota Bandung. Pedagang sekitar, Wahyu bilang bahwa air itu berasal dari sungai yang meluap.
“Itu (banjir) gara-gara sungai meluap. Mungkin kiriman dari daerah lain,” katanya.
Dia menuturkan, air sungai mulai meluap saat hujan turun. Namun ketinggian air bertambah seiring meredanya hujan.
“Pas udah reda, air makin naik. Tingginya sekitar 60 sentimeter,” ucap dia.
Hujan melanda sebagian wilayah Kota Bandung, Kamis, 2 April 2026. Sejumlah ruas jalan dilanda banjir yang menyebabkan kepadatan (AyoBandung.com/Gilang Fathu Romadhan)
Bencana ini menyebabkan beberapa motor yang terparkir dan gerobak dagang harus dipindahkan ke tempat yang aman. Ia menyebut tidak ada korban atau barang milik pedagang sekitar yang terbawa hanyut.
Aspal yang berada di dekat jembatan terlihat mengelupas. Panjangnya sekitar 1-2 meter dengan lebar kurang dari satu meter. Wahyu mengatakan kerusakan aspal diperparah oleh banjir.
“Ini rusaknya diperparah sama banjir. Sekarang makin hancur,” ungkapnya.
Kepadatan arus lalu lintas sempat terjadi di beberapa titik yang dekat dengan banjir. Seperti di Jalan Sudirman, Jalan Pagarsih, hingga Jalan Pasirkoja.
Pengendara Ojek Online, Dimas (28) mengeluhkan kondisi di Bandung pasca diguyur hujan. Menurutnya, kemacetan kerap terjadi di beberapa titik, membuatnya memilih untuk menonaktifkan aplikasi sementara.
Hujan melanda sebagian wilayah Kota Bandung, Kamis, 2 April 2026. Sejumlah ruas jalan dilanda banjir yang menyebabkan kepadatan
“Iya macet, apalagi sekitaran Pagarsih, belum lagi banjir, daripada kejebak terus dapat bintang satu mending di off bid dulu,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah bisa segera mengatasi persoalan banjir dan kemacetan di Kota Bandung. “Harapannya ya fungsi drainase diperbaiki lah biar ngga banjir,” harapnya. (*)




