Seorang anak perempuan berusia tiga tahun asal Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, yang menjadi korban dugaan pelecehan dan kekerasan seksual, hingga kini masih membutuhkan perawatan medis serius. Kondisinya disebut belum stabil dan terus dalam pengawasan tenaga kesehatan.
Saat ini, korban tengah menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin setelah sebelumnya sempat dibawa ke rumah sakit lain.
Namun, dari fasilitas tersebut korban akhirnya kembali dirujuk ke RSHS untuk penanganan lebih lanjut.
Pendamping korban dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Bandung Barat, Deden Irwan, mengungkapkan bahwa kondisi anak masih memprihatinkan. Ia menyebut korban kerap mengeluhkan rasa sakit di area sensitif yang datang secara tiba-tiba.
“Keluhannya masih sama, sering merasa nyeri di bagian kelamin, muncul mendadak dan membuatnya tidak nyaman,” ujar Deden saat dikonfirmasi.
Tak hanya itu, hasil pemantauan awal juga menemukan indikasi adanya kelainan pada organ intim bagian dalam korban. Temuan tersebut menambah kekhawatiran terkait kondisi kesehatan anak tersebut.
“Ada benjolan di bagian dalam yang terasa bisa berpindah,” katanya.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, korban diduga mengalami infeksi saluran kemih. Meski begitu, diagnosis tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lanjutan oleh tim medis di RSHS.
“Untuk sementara diduga ISK, tapi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Hingga kini, keluarga bersama tim pendamping masih menanti tindakan medis lanjutan dari pihak rumah sakit.
Mereka berharap penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu pemulihan korban, baik dari sisi fisik maupun psikologis.
“Sekarang masih menunggu langkah medis berikutnya dari RSHS,” tambah Deden.




