Di tengah aktivitas sekolah, kampus dan hang-out yang makin padat setelah pandemi mereda, badai penyakit influenza-like illness (ILI) alias “gejala mirip flu” mulai menjadi sorotan lagi. Baru-baru ini, Kementerian Kesehatan RI menyerukan agar masyarakat kembali mengenakan masker di ruang publik sebagai langkah pencegahan.
Apa yang sebenarnya terjadi? Data menunjukkan bahwa meskipun kasus tak sampai ke kondisi darurat nasional, penyebaran ILI mulai naik khususnya pada musim peralihan cuaca. Situasi ini diwarnai oleh kelelahan sistem imun generasi muda, gaya hidup yang padat, dan kecenderungan mengabaikan gejala ringan karena “ah cuma flu”.
Untuk pembaca HiTeen yang aktif bersosial dan sering berpindah kegiatan, ini saatnya kita balik ulang kebiasaan:
Kenali tanda-tanda awal ILI: demam ringan, batuk, pilek, nyeri otot yang muncul tiba-tiba.
Jangan remehkan: meski banyak yang sembuh sendiri, jika berlanjut bisa berdampak pada sekolah atau kerja.
Masker jadi “aksesori kesehatan” lagi bukan karena panik, tapi karena bijak.
Tingkatkan kebiasaan sehat: cukup istirahat, konsumsi air cukup, jaga jarak bila sedang batuk/pilek.
Lebih jauh, ahli menyarankan agar sekolah dan kampus menyediakan area “tenang” atau istirahat bila muncul gejala ringan supaya penyebaran tak makin meluas. Untuk HiTeen reader: jangan malu memakai masker karena “kecil kemungkinan” terkena, malah jadikan sebagai gaya hidup cerdas dan peduli.
Dengan sikap preventif, kita bisa menjaga semangat aktivitas tanpa terganggu oleh “flu baru” yang kembali muncul karena generasi HiTeen tetap aktif, tetap fit, tetap keren.



