Pertamina memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman menjelang Idul Fitri 2026. Pertamina meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) dan menjelaskan soal pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyebut ketahanan stok BBM nasional sekitar 20 hari. Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufik Kurniawan mengatakan, pernyataan tersebut bukan berarti pasokan hanya cukup untuk 20 hari. Dia menjelaskan, yang dimaksud ketahanan 20 hari adalah kemampuan stok untuk memenuhi konsumsi hingga 20 kali lipat dari kebutuhan normal pada saat tertentu.
“Kalau di dunia migas membaca statement itu, maksudnya adalah ketahanan stok pada hari ini. Misalnya konsumsi BBM 10, maka stoknya bisa 200. Artinya, jika terjadi lonjakan konsumsi hingga 20 kali lipat pun stok masih mencukupi,” kata Taufik saat dikonfirmasi Jumat (6/3/2026).
Menurut dia, stok tersebut terus dijaga karena distribusi BBM berlangsung dinamis setiap hari dengan sistem pasokan yang selalu diperbarui. “Setiap hari barang keluar masuk, tapi kita maintain minimal sekitar 20 kali lipat konsumsi normal. Jadi sebenarnya cara menafsirkan statement itu seperti itu,” katanya. Pihaknya juga menegaskan stok BBM dan elpiji dalam kondisi aman, sebab sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari sebelum terjadi konflik antara Iran dan Israel. “Stok BBM dan elpiji dalam kondisi aman menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Persiapan untuk stok ini sudah kami lakukan jauh-jauh hari sebelum konflik Iran-Israel pecah, sehingga sebenarnya tidak ada gangguan terhadap pasokan,” jelasnya.
Selain memastikan stok aman, Pertamina juga menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga kelancaran distribusi energi selama arus mudik Lebaran di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satunya dengan menambah dispenser portable di rest area yang belum memiliki stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pertamina juga menyiagakan layanan motoris BBM yang dapat mengantarkan bahan bakar bagi kendaraan yang kehabisan BBM di tengah perjalanan. “Masyarakat bisa menghubungi call center 135. Nanti motoris yang membawa BBM akan meluncur ke lokasi ketika ada kendaraan yang kehabisan bahan bakar saat terjadi kemacetan,” kata Taufik. Selain itu, Pertamina menyiapkan fasilitas Serambi MyPertamina dan mini klinik di sejumlah titik untuk membantu pemudik beristirahat sekaligus menekan potensi kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan. Pihaknya mengimbau masyarakat memanfaatkan metode pembayaran non-tunai di SPBU untuk mempercepat antrean saat arus mudik. “Kami mengimbau konsumen untuk membayar secara non tunai di SPBU. Dengan begitu transaksi bisa lebih cepat dan antrean bisa dipercepat,”ujarnya.
Taufik menambahkan, berbagai skenario distribusi juga telah disiapkan untuk mengantisipasi gangguan akibat kemacetan atau bencana alam, termasuk dengan menempatkan mobil tangki sebagai mobile storage di titik-titik strategis. “Mobil tangki ini kami tempatkan di titik yang lebih dekat dengan jalur distribusi sehingga tidak harus menunggu pasokan dari terminal BBM. Jadi ketika ada SPBU yang stoknya mulai kritis, suplai bisa langsung dikirim,” kata dia.
sumber : Kompas
Foto : Pertamina




