HiTeen Food Travel – Jawa Barat bukan hanya terkenal dengan keindahan alam dan budayanya, tetapi juga memiliki deretan kuliner legendaris yang telah melewati lintasan generasi. Dari makanan berbahan sederhana hingga hidangan beraroma kuat, semua menyimpan jejak sejarah yang membuatnya tak tertandingi oleh inovasi kuliner modern.
Sebut saja Soto Bandung, kuliner khas yang kaya rempah namun tetap terasa ringan. Kuah bening, lobak segar, dan daging sapi empuk menjadi satu paket rasa yang sejak dulu selalu dirindukan. Meski banyak versi modern bermunculan, orisinalitasnya tetap menjadi ikon kuliner Sunda.
Ada juga Tuturuga, masakan khas Cirebon yang mengandalkan bumbu kuning dan rasa gurih pedas yang kuat. Hidangan ini menjadi bukti kekayaan kuliner pesisir Jawa Barat, yang memiliki pengaruh budaya Arab, Cina, hingga Melayu.
Tak lengkap rasanya membahas kuliner legendaris tanpa menyebut Empal Gentong, sajian berbahan daging sapi yang dimasak dalam gentong tanah liat. Aromanya khas, kuahnya pekat namun bersahabat, dan penyajiannya selalu membuat siapa pun ingin kembali.
Dari garis pegunungan Garut, kita mengenal Dodol Garut. Meski kini banyak tersedia versi kemasan modern, pembuat dodol tradisional tetap mempertahankan cara memasak dengan kayu bakar selama berjam-jam, menghasilkan tekstur liat dan rasa manis yang tidak dapat disamai mesin modern.
Terakhir, ada Surabi — camilan ikonik yang dimasak di atas tungku tanah liat. Surabi tradisional Bandung, dengan topping oncom dan kuah kinca, menjadi bukti bahwa makanan sederhana bisa menciptakan nostalgia mendalam bagi siapa pun yang pernah mencobanya.
Kuliner legendaris ini bukan sekadar makanan; mereka adalah saksi hidup perjalanan budaya Jawa Barat. Bagi anak muda HiTeen, mengeksplorasi kuliner klasik berarti merayakan warisan Indonesia dengan cara yang paling lezat.




